Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat yang selaras dengan prinsip Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam pengembangan kebijakan pemberdayaan publik berbasis potensi lokal. Pada tahun 2025, Universitas Diponegoro melalui program KKN-T Integrasi Desa Binaan Universitas (IDBU) menjalankan misi strategis dalam membangun kapasitas masyarakat secara partisipatif dan berkelanjutan. Salah satu tim yang aktif terlibat adalah Kelompok 4 Tim 1, dengan dosen pembimbing lapangan (DPL) dari lintas disiplin, termasuk Prof. Dra. Indah Susilowati, M.Sc., Ph.D., dr. Fathur Nurkholis, SpPD, K-P., dan Dr. Hapsari Ayu Kusumawardhani, S.E., M.E..
Lokasi kegiatan terletak di Dukuh Roban Barat, Desa Kedungsegog, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang, di mana tim menjalankan program berbasis pengelolaan lingkungan dan penguatan ekonomi rumah tangga. Salah satu fokus utama program adalah transformasi limbah minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi, sebagai bentuk inovasi sosial dan pengembangan ekonomi kreatif.
Melalui pendekatan partisipatif, tim KKN-T menggelar pelatihan teknis pembuatan lilin kepada sekitar 22 peserta dari kalangan ibu rumah tangga dan remaja. Pelatihan ini dirancang tidak hanya sebagai transfer keterampilan, tetapi juga sebagai strategi peningkatan kapasitas lokal dalam mengelola limbah rumah tangga menjadi produk bernilai ekonomi. Proses pembuatan melibatkan tahapan penyaringan minyak, pencampuran dengan lilin parafin, penambahan aroma, dan pencetakan dengan sentuhan khas lokal berupa hiasan cangkang kerang dari Pantai Pesona Indah Batang, sehingga turut mengangkat identitas lokal.
Lebih dari sekadar pelatihan teknis, kegiatan ini menyasar peningkatan kesadaran masyarakat terhadap kebijakan lingkungan. Tim mengedukasi warga tentang dampak pencemaran akibat pembuangan minyak jelantah secara sembarangan serta pentingnya pengelolaan limbah berbasis konsep sustainability. Guna mendukung tata kelola lingkungan yang lebih terstruktur, tim juga merancang skema pengumpulan minyak jelantah melalui penempatan titik-titik penampungan di lingkungan warga, sebagai langkah awal pembentukan sistem daur ulang berbasis komunitas.
Selaras dengan semangat administrasi publik yang adaptif terhadap era digital, program ini juga mencakup pelatihan branding produk, penyusunan identitas usaha, dan digitalisasi model bisnis. Masyarakat dilatih menyusun Harga Pokok Produksi (HPP), strategi harga jual, dan perhitungan Break Even Point (BEP) untuk menciptakan usaha yang berkelanjutan. Tak hanya itu, masyarakat juga dikenalkan pada sistem pembayaran digital seperti QRIS dan dompet digital, serta promosi melalui media sosial dan katalog digital sebagai bagian dari penguatan layanan publik berbasis teknologi.
Tim KKN-T juga menekankan bahwa produk lilin aromaterapi dari minyak jelantah memiliki nilai ekonomi yang kompetitif, bahkan telah menjadi komoditas ekspor dan bahan baku industri seperti biodiesel. Informasi ini menjadi dasar bagi warga untuk menyadari potensi ekonomi lokal dan mendorong terbentuknya ekosistem usaha kreatif yang terkelola secara mandiri.
Menurut Avitria, Ketua Kelompok 4 KKN-T IDBU UNDIP, kegiatan ini diharapkan mampu membentuk model pemberdayaan masyarakat berbasis inovasi sosial dan digitalisasi, yang tidak hanya mendukung pengurangan pencemaran lingkungan, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi baru yang inklusif dan berkelanjutan. Program ini menjadi contoh konkret penerapan nilai-nilai administrasi publik, seperti tata kelola partisipatif, inovasi pelayanan publik, dan penguatan kapasitas komunitas berbasis potensi lokal.





