Dosen Departemen Administrasi Publik FISIP Undip Menjadi Salah Satu Presenter pada Forum Internasional di NUS Singapura

Singapura, 26–27 Februari 2026 — Dosen Departemen Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Diponegoro, Yoga Aldi Saputra, S.A.P., MPA, menjadi salah satu presenter dalam forum workshop internasional bertajuk Doing Ocean Governance: Approaches in and from Singapore and Southeast Asia yang diselenggarakan di National University of Singapore (NUS), Singapura.

Kegiatan akademik ini mempertemukan para peneliti dan akademisi dari berbagai negara untuk mendiskusikan pendekatan kritis terhadap tata kelola laut (ocean governance), khususnya dalam konteks Asia Tenggara. Workshop ini diselenggarakan oleh Asia Research Institute, NUS dan menghadirkan presenter dari berbagai universitas ternama dunia seperti University of British Columbia, University of Cambridge, Nanyang Technological University hingga berbagai institusi di Asia dan Australia.

Dalam forum tersebut, Yoga Aldi Saputra mempresentasikan paper berjudul “Vernacular Ocean Governance and the Epistemologies of Crisis: Rethinking Coastal Management in Rembang, Indonesia” pada Panel 4: Regimes of Marine Conservation. Penelitian yang dipresentasikan mengangkat persoalan degradasi pesisir di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, sebagai refleksi dari ketimpangan antara kebijakan tata kelola laut nasional dan realitas ekologis masyarakat lokal. Studi ini menyoroti persoalan abrasi masif, pencemaran laut akibat limbah domestik dan industri pengolahan ikan, serta dampaknya terhadap keberlanjutan mata pencaharian masyarakat pesisir.

Melalui pendekatan kualitatif dengan observasi lapangan, wawancara mendalam, dan analisis tematik, penelitian ini menemukan bahwa perubahan kewenangan pengelolaan laut melalui UU No. 23 Tahun 2014 yang mengalihkan otoritas dari kabupaten ke provinsi telah memperlebar jarak antara desain kebijakan dan kondisi ekologis di tingkat lokal. Dalam situasi tersebut, masyarakat pesisir mengembangkan mekanisme tata kelola informal berbasis praktik budaya dan spiritual, seperti tradisi Sedekah Laut, yang memandang laut sebagai entitas moral dan ruang hidup, bukan sekadar sumber daya ekonomi.

Partisipasi ini menegaskan kontribusi akademisi FISIP Undip dalam diskursus global mengenai environmental governance dan pengelolaan pesisir berbasis kearifan lokal. Forum ini juga menjadi ruang strategis untuk memperkenalkan perspektif Indonesia dalam perdebatan internasional tentang tata kelola laut yang lebih kontekstual, inklusif, dan berbasis pengetahuan lokal. Keikutsertaan Yoga Aldi Saputra dalam forum ini sekaligus memperkuat posisi Universitas Diponegoro sebagai institusi pendidikan tinggi yang aktif berkontribusi dalam pengembangan kebijakan publik dan tata kelola lingkungan berkelanjutan di tingkat regional maupun global.